Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman memperingati Hari Air Dunia (HAD) Tahun 2019 dengan melaksanakan berbagai kegiatan yang berpusat di Embung Kaliaji, Wonokerto, Turi, Sleman pada hari Sabtu (23/03/2018).
Peringatan HAD Tahun 2019 dihadiri oleh Bupati Sleman dan para tamu undangan, diantaranya dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sleman, Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWS-SO) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM) DIY, Perangkat Kecamatan Turi, Perangkat Desa Wonokerto, Organiasai Petani Pengelola Embung (OPPE), Anggota Perkumpulan Petani Pengguna Air (P3A) / Gabungan Perkumpulan Petani Pengguna Air (GP3A), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan warga masyarakat.
Acara tersebut diawali dengan penebaran benih ikan nila merah dan penanaman pohon secara simbolis oleh Bupati Sleman beserta beberapa Kepala Dinas / Instansi terkait di Embung Kaliaji. Selain itu juga dimeriahkan Pagelaran Ketoprak binaan Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman dengan lakon “congkrah agawe bubrah” yang bercerita tentang pentingnya mengelola air dengan kekeluargaan dan kebersamaan.
Kepala DPUPKP Kabupaten Sleman, Ir. Sapto Winarno, MT dalam sambutannya mengungkapkan bahwa peringatan HAD Tahun 2019 dilaksanakan dengan rangkaian kegiatan Gerakan Irigasi Bersih (GIB) yang dimulai awal Maret 2019 oleh anggota P3A / GP3A se-Kabupaten Sleman dan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya air bersih melalui media televisi dalam salah satu program acara Adi TV yakni “wedang ronde”. Tema yang diangkat dalam HAD Tahun 2019 adalah Leaving No One Behind bermakna semua orang berhak mendapatkan air bersih, jangan sampai ada yang tertinggal dengan tujuan untuk menarik atensi publik akan pentingnya air bersih bagi kehidupan dan usaha advokasi untuk melindungi sumber daya air bersih secara berkelanjutan.
Bupati Sleman, Drs. H. Sri Purnomo, M.S.I. dalam arahannya mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum HAD Tahun 2019 ini untuk bersyukur karena hidup di daerah tropis selalu dilimpahi ketersediaan air yang cukup, rasa syukur tersebut dapat diwujudkan salah satunya dengan memperbaiki pengelolaan air. Pengelolaan air dapat dilakukan dengan menjaga kelestarian ekosistem secara keseluruhan, akan tetapi kerusakan lingkungan juga berpengaruh pada kondisi air. Untuk itu pengelolaan air tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja, melainkan tanggung jawab bersama yang saling berkaitan satu sama lain.
Rangkaian kegiatan ini ditutup dengan sarasehan dengan moderator HY. Aji Wulantara, SH, M.Hum (Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman) dan tiga narasumber, yakni Asc. Prof. Dr. Ing. Ir. Agus Maryono (Departemen Teknik Sipil Sekolah Vokasi UGM Yogyakarta), Dr. Jangkung Handoyo Mulyo, M.Ec (Departemen Sosial Ekonomi Pertanian UGM Yogyakarta), dan Ir. Arip Pramana, MTP (Staf Ahli Bupati Sleman Bidang Ekonomi dan Pembangunan).
Suasana Peringatan Hari Air Dunia Tahun 2019






