Penanganan Pasca Banjir Lahar Hujan Gunung Merapi

Pada tanggal 1 Desember 2021 kurang lebih pukul empat sore telah terjadi banjir lahar hujan di semua sungai yang berhulu di Gunung Merapi. Banjir lahar hujan tersebut berakibat pada tertimbunnya Bunker Mata Air Umbul Wadon dan sedimentasi berupa pasir serta batu pada Bendung Plunyon, Sungai Kuning.

Dengan adanya kejadian tersebut, Pemerintah Kabupaten Sleman telah melakukan koordinasi dengan pihak terkait dan telah menetapkan Keputusan Bupati Sleman Nomor 72/Kep.KDH/A/2021 tentang Status Tanggap Darurat Bencana Banjir Lahar Hujan Gunung Merapi mulai tanggal 2 Desember 2021 sampai dengan 15 Desember 2021 dan dapat diperpanjang sesuai dengan kondisi dan perkembangan yang terjadi. Pemerintah Daerah dan masyarakat dapat segera mengambil langkah-langkah tanggap darurat sesuai rekomendasi dan mempersiapkan segala sesuatu apabila terjadi banjir kembali akibat terjadinya hujan dengan intensitas deras durasi lama di puncak Gunung Merapi.

Pemerintah Kalurahan Umbulharjo yang wilayahnya terdampak juga langsung berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman dan Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman serta pemanfaat Mata Air Umbul Wadon diantaranya adalah Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Tirta Sembada Sleman, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtamarta Yogyakarta,  PT. Anindya Mitra Internasional (AMI), dan organisasi masyarakat pemakai air bersih.

DPUPKP Kabupaten Sleman mengirimkan 510 unit bronjong untuk penanganan darurat yang dibagikan ke Pemerintah Kalurahan Umbulharjo, Pemerintah Kalurahan Purwobinangun, dan Pemerintah Kalurahan Glagaharjo. Selain itu juga dialokasikan 200 unit bronjong yang digunakan untuk membuat talud pengaman mata air dan pengaman pipa air minum yang berada di bantaran sungai.

BPBD Kabupaten Sleman menurunkan alat berat untuk melakukan normalisasi sungai di sekitar Mata Air Umbul Wadon dengan tim teknis dari DPUPKP Kabupaten Sleman. Untuk mengatasi sementara sedimentasi di Bendung Plunyon dikerahkan tenaga dari Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pelayanan Sumber Daya Air (PSDA) Wilayah Timur dan nantinya juga akan menurunkan alat berat untuk mengeruk sedimentasi tersebut. (ARY)


Foto Suasana Penanganan Pasca Banjir Lahar Hujan Gunung Merapi

 

Bagikan Halaman / Postingan ini :