Sidang Komisi Irigasi Kesatu Kabupaten Sleman Tahun 2024

Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman menyelenggarakan Sidang Komisi Irigasi Kesatu Kabupaten Sleman Tahun 2024 yang dipimpin oleh Kepala Bidang Sumber Daya Air Ari Triyono dengan pokok bahasan Kondisi Musim Tahun 2024 dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) Kabupaten Sleman bertempat di Ruang Rapat 2C DPUPKP Kabupaten Sleman, Selasa (02/04/2024).

Sidang komisi irigasi ini mengundang dua narasumber, yakni Kepala Stasiun Klimatologi Daerah Istimewa Yogyakarta Reni Kraningtyas dan Penyuluh Pertanian Ahli Muda Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman Aris Wibowo. Pada sesi pertama, Reni Kraningtyas memaparkan materi perkembangan iklim DIY tahun 2024 yang mengulas tentang analisis iklim, kondisi dinamika atmosfer laut terkini, monitoring curah hujan dasarian DIY, prakiraan curah hujan bulanan, dan prakiraan musim kemarau tahun 2024. Prakiraan awal musim kemarau tahun 2024 umumnya wilayah DIY pada Mei dasarian I, kecuali wilayah Sleman bagian utara, Kulon Progo bagian utara, Gunungkidul bagian tengah dan Selatan pada Mei dasarian III. Puncak musim kemarau tahun 2024 wilayah DIY terjadi pada bulan Juli, kecuali wilayah Bantul bagian tengah dan selatan, Gunungkidul bagian barat, sebagian Kulon Progo bagian timur pada bulan Agustus. Akhir musim kemarau tahun 2024 wilayah DIY diprediksikan pada September dasarian I hingga September dasarian III. Durasi musim kemarau tahun 2024 umumnya wilayah DIY adalah 13 – 15 dasarian (4 – 5 bulan), kecuali wilayah Kulon Progo bagian utara (Samigaluh, Kalibawang) 10 – 12 dasarian (3 – 4 bulan). Dengan kondisi tersebut, Badan Meteorolagi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menghimbau Pemerintah Daerah dan masyarakat luas untuk lebih siap dan berantisipasi terhadap kemungkinan dampak puncak musim kemarau terutama di wilayah yang rentan terhadap bencana kekeringan meteorologis, kebakaran hutan dan lahan serta berkurangnya ketersediaan air bersih; melakukan tindakan antisipasi lainnya juga diperlukan pada wilayah yang diprediksi mengalami sifat musim kemarau atas normal (lebih basah dari biasanya) terutama untuk tanaman pertanian atau hortikultura yang sensitif terhadap curah hujan tinggi; dan senantiasa memperbarui informasi iklim dari BMKG Stasiun Klimatologi DIY.

Pada sesi kedua, Aris Wibowo memaparkan materi Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B) di Kabupaten Sleman yang mengulas tentang dasar hukum, tujuan PLP2B, perkembangan luas sawah di Kabupaten Sleman, luasan areal dalam PLP2B Kabupaten Sleman, dan tindak lanjut setelah diterbitkannya Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 6 Tahun 2020 tentang PLP2B. Dalam Perda tersebut, LP2B adalah bidang lahan pertanian yang ditetapkan untuk dilindungi dan dikembangkan secara konsisten guna menghasilkan pangan baik nabati maupun hewani bagi kemandirian, ketahanan, dan kedaulatan pangan daerah. PLP2B diselenggarakan dengan tujuan melindungi kawasan dan lahan pertanian pangan secara berkelanjutan; menjamin tersedianya lahan pertanian pangan secara berkelanjutan; mewujudkan kemandirian, ketahanan, dan kedaulatan pangan; melindungi kepemilikan lahan pertanian pangan milik petani; meningkatkan kemakmuran serta kesejahteraan petani dan masyarakat; meningkatkan perlindungan dan pemberdayaan petani; meningkatkan penyediaan lapangan kerja bagi kehidupan yang layak; mempertahankan keseimbangan ekologis; dan mewujudkan revitalisasi pertanian.

Dengan adanya sidang komisi irigasi ini diharapkan tiap peserta dapat memahami tiap materi yang telah disampaikan dan dapat menindaklanjuti pada sidang komisi irigasi yang akan datang. (ARY)


Foto Suasana Sidang Komisi Irigasi Kesatu Kabupaten Sleman Tahun 2024

 

Bagikan Halaman / Postingan ini :